MALAIKAT KU

              Foto penulis : Yulmax Magai

PUISI MALAIKAT KU

WAHAY MALAIKATKU BUAH SUKMA MU TERUS DAN TERUS MENGALIR momen momen di saat bersamamu

Sulitnya aku rapukan momen di hari tuaku tidak akan melupakan dirimu,
Di waktu ini saat rasio mulai mengukir masa indah malaikat yang membaringkan daku

Waktu dan masa ingin ku rasa kembali dan, ingin ku menja dari seorang malaikat dalam kenyataan dunia maya haluaanku tampa vakum

Wahay malaikat ku ijinkanlah aku menemuimu sekalipun jiwa dan raga tak bersamamu
Malaikat ku angin sepoi mulai timbul dan di waktu itu pula ingin rasa manjamu yang melulu ingat wajamu tak terbatas oleh waktu

Jujur aku ingin kembali kecil lagi, sewaktu pagi sian malam ingin menyandar diriku di bahamu.

Wahay malaitku temanku memandu bersama ibunya mengapa diriku tak bersamamu

Malaikatku ingin kurasa kau masih duduk di sampai ku waktu kelak kita berputar dunis nyata ini

Malaikat ku masih kah ingat anak sukmamu sedang derita antara lantaran orang lain

Malaikatku kasih dan sayangmu melulu diatas petang itu datang

Seorang sukmamu pecondong diriku diatas awan sepi, wahai malaikatku ratakan diriku di waktu lembung panas menorpaku
Malaikat ku diriku ingat kasih dan setia untuk merawat ku dan sukmamu menganal kau malaikat ku
Pria sukmamu selalu di sampingmu bagaikan hewan benita membunkus anaknya dalam sayapnya

Sukmsmu masih puls ingat telah ibuku mengarkan bagaimana berjalan dan berladiri di atas sungai adai

Prempuan malaikat yang tak kenal kata lelah dan senang dengan manjanya tugas ibu
Seripu jutaan kesetian dapat ku pedoman dalam kalbu dalam sukmaku dimana ebgkau usahksn diri berdiri ysng koko tampa mundurnya guna merai tali ambisiku

ASNAB KAMKEI, 12 Oktober 2021

Oleh: Yulianus Magai 

)* Penulis Adalah Mahasiswa UNCEN Jayapura Papua



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi