Teori Feminisme Rocky Gerung



Penulis. Yohanes w Petege. 

Kamis, 7 Desember 2017, bertempat di kantor Yayasan Jurnal Perempuan, pertemuan keempat Kajian Filsafat dan Feminisme (Kaffe) ke-9 yang mengangkat tema “Berpikir Kritis” diselenggarakan. Topik pembahasan pada pertemuan keempat iniialah “Mendeteksi Logical Fallacy”. Rocky Gerung sebagai pembicara membuka kelas dengan menyatakan bahwa dalam berargumen konsep selalu menjadi mata uang yang sah dalam bertransaksi. “Dengan adanya konsep memungkinkan kita efisien dalam berargumentasi”, tutur Rocky. Dalam kuliah ini Rocky memberikan tiga contoh proposisi untuk membantu para peserta mengenal kedudukan konsep secara lebih dalam. Proposisi yang pertama berbunyi “segitiga selalu memiliki tiga sisi”, yang kedua berbunyi “Tuhan itu ateis” dan yang ketiga berbunyi “gunung agung meletus pertama kali pada 1964 yaitu dua tahun setelah kelahiran JP”. Proposisi pertama yang berbunyi “segitiga selalu memiliki tiga sisi” merupakan konsep yang logis karena bersifat tautologis. Konsep seperti ini bisa dikatakan sebagai konsep yang bisa mengefisienkan argumen seseorang karena segitiga selalu memiliki tiga sisi, maka tidak perlu menambah penjelasan pendukung. Proposisi “segitiga selalu memiliki tiga sisi” sebagai konsep adalah logis, namun konsep tersebut dianggap selesai dalam dirinya sendiri sebagai definisi.

Kemudian, proposisi kedua yang berbunyi “Tuhan itu ateis” merupakan proposisi yang terdiri dari beberapa konsep antara lain, konsep Tuhan itu sendiri apakah sebagai yang eksis maupun tidak, konsep Tuhan yang esa, dan masih banyak lagi. Rocky menjelaskan bahwa untuk menghadirkan konsep Tuhan di kepala kita, pastinya ada fantasi yang bermain. Salah satunya adalah fantasi tentang Tuhan sebagai yang mutlak. Dengan fantasi yang demikian, maka kita dapat membawa konsep tersebut tertanam dalam pikiran bahwa tuhan sebagai penyelamat atau yang lainnya. Cara menguraikan konsep seperti ini yang disebut Rocky sebagai latihan dalam berpikir. Tentunya Rocky tidak berurusan dengan kepercayaan seseorang mengenai Tuhan. Tetapi, dalam memperdebatkan proposisi “Tuhan adalah ateis” Rocky menyatakan bahwa agar konsep Tuhan sebagai yang mutlak itu logis, maka Tuhan haruslah ateis. Proposisi kedua ini dianggap sebagai konsep yang dapat diuraikan secara logis tanpa konfirmasi faktual.

Proposisi terakhir yang berbunyi “gunung agung meletus pertama kali pada 1964 yaitu dua tahun setelah kelahiran JP” merupakan satu-satunya dari ketiga proposisi di atas yang membutuhkan verifikasi faktual. Oleh karena itu, dalam menjelaskan kedudukan konsep Rocky membawa ketiga proposisi berbeda untuk memperlihatkan teorema dalam menjelaskan kedudukan konsep. Dengan memahami ketiga jenis konsep yang dijelaskan pada Kaffe 9 yaitu konsep yang selesai dalam dirinya sendiri sebagai definisi, konsep yang dapat diuraikan secara logis tanpa konfirmasi faktual dan yang terakhir adalah konsep yang membutuhkan verifikasi faktual kita diharapkan dapat berargumen secara efisien, tepat guna dan terhindar dari kesalahan berpikir atau yang disebut Logical Fallacy. (Iqraa Runi)

*Logika berfikir*
HumasUPNVJ - Abad ke-21 ditandai dengan era revolusi industri 4.0. Kompetensi berlogika pada abad ke-21 merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu berkiprah dalam kehidupan nyata. Penerapan perkuliahan berbasis logika pun dibutuhkan bertujuan untuk tumbuhnya karakter akademik yang terukur dalam perilaku unutk berpikir kritis dan kejujuran berpikir para mahasiswa di abad ke 21 ini.

Setelah memberikan pembekalan bagi dosen UPNVJ, Rocky Gerung menjelaskan secara singkat betapa pentingnya “logika” saat ini kepada tim Humas UPNVJ. (25/6).

“Logika itu penting sejak abad pertama sebenarnya. Bukan hanya abad 21 karena ilmu pengetahuan selalu membutuhkan lawan pikir. Nah logika itu mengaktifkan lawan pikiran, jadi kita katakan sesuatu itu logis kalo dia tidak bertentangan didalam dalil, didalam asumsi-asumsi. Tapi kebanyakan universitas, entah itu skripsi, tesis dan disertasi itu isinya kontradiksi semua bukan karena diaktifkan kontradiksinya tapi karena tidak diteliti falsesnya. Jadi fungsi logika adalah detective faulty argument”. Jelas salah satu filsuf Indonesia ini

"Saya menganggap UPN Veteran Jakarta sebagai universitas Bela Negara itu artinya juga membela konstitusi negara. Konstitusi kita bilang “Cerdaskan Kehidupan Bangsa”. Cara paling tepat untuk mencerdaskan bangsa adalah dengan mengaktifkan logika. Para pendiri bangsa kita itu logikanya kuat banget makanya kalau debat sangat bermutu. Saya tetap anggap kampus itu adalah sumber pertukaran pikiran. Pikiran hanya disebut pikiran kalau dia bisa dipertengkarkan, jadi saya katakan, saya berpikir kalau ada orang yang menggugat pikiran saya dan saya larang orang itu menggugat pikiran saya, itu artinya saya tidak berpikir tapi sedang berdoa. Logika memiliki fungsi untuk mengganggu kebenaran yang dianggap final dan mempertanyakan ulang asumsi-asumsi pengetahuan.” Lanjutnya

Dalam akhir wawancaranya, Rocky menyempatkan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa-mahasiswi UPNVJ dan calon mahasiswa baru 2020 yang akan memasuki dunia perkuliahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi