WAKTU KE WAKTU SETIAP ORANG MENGALAMI MERDEKA


WAKTU KE WAKTU SETIAP ORANG MENGALAMI MERDEKA”
(Sebuah Tafsiran Logis atas Merdeka)

Oleh: Yohanes W. Petege*) 

A. Apakah yang dimaksudkan dengan Waktu? 
Merdeka menurut (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti bebas dari tekanan, penjajahan dsb; berdiri sendiri tidak dihalangi-halangi; tidak terikat dengan ketentuan mereka, namun menafsirkan sesuai dengan nasib sendiri. Setiap insani manusia selalu dan selalu mereka dengan sendiri dan campur tangan dari orang lain. 

 Mengapakah?, Karena aktivitas yang seseorang dapat menyelesaikan ialah salah satu kemerdekaan diri dalam hal ketindakan maupun hal materialime untuk mendapatkan target hidup yang ia dapat mengembankan sesuai inisiatif seseorang, maka hal itu kita menyebut dengan kemerdekaan yang telah dia lahirkan bedasarakan apsolut hidupnya.

Kata merdeka datang dari waktu ke waktu dan kata merdeka tercipta di setiap insani manusia entah itu dari kanak-kanak higgga, sampai berjalannya umur kemudian kemerdekaan tidak memandang dari sudut jenjangan seseorang melainkan dapat menjalani dalam hidupnya karena hidup untuk mencari kemedekaan melalui persaingan perorangan di bumi bumi ini berdasarkan hidupnya masing-masing mencari kemerdekaan guna menciptakan sebuah kemustahilan lanjut dan pula memerdekaan sesuatu yang ia proseskan dapat pada punjak belartinya ia merdeka.

Kata merdeka tidak tertinjauh dari dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kata merdeka dan merdeka secara ejaan universal ialah kesuksesan kemudian kata kesuksesan ialah tujuan ambisiaus yang mendaki pada tombak utama dan kembali lagi kata merdeka mendefinisikan dengan satu kontek besar yaitu keinisiatifan yang lahir dari setiap orang atau setiap kelompok di wilaya tententu untuk memisahkan diri dan berdiri sesuai senasip yang terlahir dari sudut kejiwaan kehatianan manusia.

Manusia pada dasarnya selalu mencari kemenangan dan kesuksesan entah itu bidang kewilayaan, kenegerian, higga sampai negara jika kita melihat kata kemerdekaan itu ada dan tercipta dalam setiap haluan langka manusia untuk mencari kemerdekaan dan kesuksesan adalah satu kerumusan tetapi perbedaaannya dari kedua unsur itu hanyalah karena kata merdeka mencankup pemisahan dari sekelompok orang, dan merdeka mencacatan dalam buku kepolitikkan kemudian kesuksesan ialah seseorang yang menyelesaiakan ambisi kemudian lanjut kata kesusksesan itu di alurcacatan dibidang kontek buku ujian harian itu yang menjadi isu amora di belahan pusat kewilayaan maupun kenegaraaan.
B. Apakah yang dimaksudkan dengan Waktu?

Waktu menurut (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan sebagai berikut : seketika, saat, hari keadan hari, dan seluru rangkaian dari saat ketika proses perbuatan atau keadaan berada atau berlansung keadaannya.

Penulusuran waktu ke waktu setiap orang mempunyai masing masing penilaian tentang waktu dan keadaan yang dia jalani di waktu atau di saat kelansungan untuk menyimpati sesuatu yang di lakukan entah dalam ruang lingkup yang nonopen dan open karena waktu dan kedaan di tentuan oleh kondisi waktu sendiri dan manusia tidak tidak bia nempati waktu itu dengan secara normal melainkan keentuan perjungannya sendiri itupun orang yang ada simpati bersama dan dengan waktu mengapa demikian karena seketika ia menulusuri akan terkontrol sesuai dengan saat-saat keadaan yang seseorang meninpiankan abisiusnya,
Keadaan dan proses kerjaksaaan di bentuk dan di tentukan berasakan rangkaian waktu dan keadaan untuk nilai porses jalan itu mensimpati sesuai kaidah ketenuan dalam apsolut perjalanan dan perjuangan dalam hal ini sehiggga ia dapat mencapai waktu ke waktu menyelamatkan harinya dengan dan hasil kaidah-kaidah waktu tempuan oleh seseorang atau pun pula sekelompok orang di sebuah wilaya bahkan di sebuah negara kemudian adapun tercipta sebuah pertanyaan mengapa ada kaitan waktu dengan negara dan wilaya ? karena serangkai waktu dan buah wadah negara di bentuk dan didirikan berdasarakan orgsnisasi waktu dan lanjut, konsep waktu perjuangan ambisius.
Demikian pula, wilaya adapun wilaya adapula konsistenan rankaian waktu dan keadaan utuk menkalasipikasikan untuk dalam pembentukan harus memasankan dan menpusatkan perhatian dengan keadaaan dan waktu di saat proses jalannya pengabdian sebuah wilaya, karena setiap kegiatan yang selalu melampawi merupakaan satuan kesatuan dari sebuah ana rangkaian waktu dan kedaaan tercipta oleh siapanya saja dan kegiatan olehnya siapa saja hanya karena organisasi waktu.
Tidak ada manusia sosial yang beradaptasi tampa dasarkan kedaan dan waktu karena keadaan adalah sala satu funsional dari pada lingkup kegiatan seseorang dalam kesungguhan kemunculaan secara tibah-tibah dan pula sesuai kaidah ketentuan kaidah sturuktur organisasi. Waktu ibaratnya mata rantai yang tidak akan mudah bersemi kembali seperti dihari pertama kedua dan ketiga. waktu itu pun orang tidak bisa kendalikan dengan hari yang sebelum karena waktu di petik dari kata air sungai mengalir setiap waktu dan hasil timpangan tidak fungsikan kembali lagi. sehigga penulis menekankan bahwa supaya kita tidak mempoyakan waktu dan keadaan yang tuhan berikan kepada kita itu harus di pertnyaaan kepada diri sendiri guna mendapatkan jawannya yang mutlak.

Menyelidiki suatu waktu kesempatan yang sudah sekian hari seseorang menempati tidak bisa dapat menynut liberal dengan ketentu hal haj sendiri mengapa? karena setiap montumen itu lahir kontak dari sensitip kemanusian bukan dari batin orang lain atapun pula memaksa dari orang lain melainkan lahir dari sana, disana dimana yakni dari hati nurani manusia yang paling dalam elok ya. Manusia punya elok waktu dan waktu itu pula elok yang tidak bisa orang dipisahkan karena waktu adalah nilai relativisme mengapa penulis katakan relativisme dengan adanya semua tindakan selalu dalam kontek alur mutlak dan fasip.
Akhirnya, setiap monument tulisan dan, akhir kata dari semua bahan referensi dan, fisik lisan akan ada mengawalinya kesimpulan dan saran kemudian penulis akan mengajikan sebagai nilai pengupasan; Pertama: Waktu ada karena manusia dan, waktu berdirikan dengan adanya maksud tertentu di dalam insasi manusia kemudian hal waktu mendefinisikan untuk jalannya semua kegiatan dengan manajement yang sudah lahir bating semejak lahir higga sampai meniggal. 

Kedua: Kesempatan diberikan untuk belajar dengan hak dan kewajiban dari suatu perihal, ketekuan hati nurani manusia oleh sebab itu membagun nilai kemerdekaan adalah unsur fundamental bukan sebuah keamaan. Dengan demikian, kiranya, kita sebagai manusia biasa yang memiliki masing masing waktu yang Tuhan telah menyatakan kepada kami, ialah untuk membuka keadilan dan belajar berjuang dengan berdasarkan waktu yang ada, sehigga hidup kita tidak salah menonjolkan pada alur yang tidak menetu dengan hasil tujuan kita dan Tuhan.

Salam penulis : Busur kecil 
*)Penulis Adalah, Mahasiswa, UNCEN, Jayapura, Papua.

Editor : Fr, Florentinus Tebay 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi