Duri itu Masih terus menusuk
Puisi
Duri itu Masih Menusuk
Lilitan duri itu masih terus menusuk
Tusukan itu aku terus menyiksa dan menangis
Masih adakha menolong diriku terlepas dari tusukan itu
Sekian tahunan kau hadir bagaikan tuan terhormat
Kehormatan itu kau membahwa ula tusukan
Etika mengemis tuan terhomat padang samping
Tolong aku tuan terhormat diriku berdarah
Masih kau menolongku ataukha kau masih meminta darahku
Duri itu trus memantauku
Duri itu terus menemaniku
Duri itu terus membunuhku
Duri itu terus menyiksa jiwaku
Sian dan malam aku menjadi ikan dalam kolam api lautan
Duri itu Masih Menusuk
Lilitan duri itu masih terus menusuk
Tusukan itu aku terus menyiksa dan menangis
Masih adakha menolong diriku terlepas dari tusukan itu
Sekian tahunan kau hadir bagaikan tuan terhormat
Kehormatan itu kau membahwa ula tusukan
Etika mengemis tuan terhomat padang samping
Tolong aku tuan terhormat diriku berdarah
Masih kau menolongku ataukha kau masih meminta darahku
Duri itu trus memantauku
Duri itu terus menemaniku
Duri itu terus membunuhku
Duri itu terus menyiksa jiwaku
Sian dan malam aku menjadi ikan dalam kolam api lautan
Petang dan sore titipan bisikan tertemani dengan kekerasan melulu
Jender disana menagis aliran darah
Nepotismeku terus di budakkan oleh tuan terhormat, kasihan saya tuan terhomat memilik duri besi
Buper, 27 Oktober 2021
Oleh: Yohanes w. Petege
Jender disana menagis aliran darah
Nepotismeku terus di budakkan oleh tuan terhormat, kasihan saya tuan terhomat memilik duri besi
Buper, 27 Oktober 2021
Oleh: Yohanes w. Petege
Komentar
Posting Komentar