CINTA KASIH KRISTUS MENGGERAKKAN PERSAUDARAAN

            



        Thema Natal 25 Desember 2021

          Cinta Kasih Kristus Menggerakan Persaudaraan
         Oleh: Yohanes W. Petege*)

A. Apa yang dimaksud dengan Cinta Kasih Kristus ?
Cinta kasih kristus adalah sebuah cinta “Agape” yang terlahir dari hati nurani kristus yang tidak ternodai kesalahan, dosa, baik itu perbuatan maupun paraktis dalam kehidupan yang nyata “Apsurd”. sehigga kasih “agape” dapat di berikan dan di fungsional setiap manusia, untuk memenuhi dan tempat dimana untuk bernaung kristus dalam diri seseorang. sebab pada kesempatan yang meria, dan ceria kristus Tuhan Raja Damai telah mengajak kita untuk merayakan dan, menerima Kelahiran “ Anak Manusia, Imanuel” Pada Jumat, 25 Desember 2021.
Cinta kasih kristus tidak ada manusia yang dapat di ganggu guagat oleh siapa pun dia mengapa? karena cinta kasih kristus adalah cinta yang tertimbul dari diri seseorang secara tidak sengaja, contah kecil “ seorang lelaki menolong seorang ibu tampa menyadari” kontek ini berbunyi tentangcintah kasih kristus yang berkarya dalam diri seseorang manusia. lanjut baca umat; 
Manusia pada hakikatnya mati atau vakum, namun mengapa manusia itu punya naluri rasio. sebab Tuhan itu actual, dan cintah kasih selalu menjadi teman setiap jejak haluan langka hidup setiap manusia “ Tuhan baik”
Dalam ujaran kothba Pr. Rupinus Madai, setelah ibadah natal berlangsung ia katakan dan berkothba bahwa: “Dalam setiap lembaga academic, pendidikan, Agama, Masyarkat” yang akan menjadi seorang panduan yang penulisakan menyebut dengan pemimpin jangan lahirkan kasih eros “dalam artian bawha kasih dengan pamri” Lanjut baca; 
Dalam setiap tunggu api keluarga harus melahirkan dan menerima kasih kristus dengan kasihnya kepada suami saling mengashi kepada istrinya dan istrinya kasih kepada suaminya kemudian, adapun perlunuya untuk melahirkan kata sapa? guna tidak tertipu dan tertinggal kasih cinta kristus di instansi masyarakat.
Nasehat terurai bersama kothba oleh: Pr. Rupinus Madai. Lepaskan kepercayaan bercamnbangan yang melulu “ selalu dan selalu” menhormati kepada batan kayu sebagai symbol pengebatan orang sakit, leapaskan kepada amunisi-amunisi kultural orang dan, orang lain. yang masih di pedomankan di kampung timeepa oleh sekelompok orang. 
Lalu dan kemudian patut percaya dan berdoa kepada Kristus Tuhan Yang telah lahir di malam Natal ini pada 25 Desember 2021. supaya tidak tercacat, luput dari hasil perjuangan sebagaimana ada “ perjuangan Papua bahkan perjuangan untuk kehidupan yang kekal. dengan demikian tampa bekal kehidupan kekal “ Sia-sia belaka sekaligus kepoyaan dengan barang duniawi”.

Pada Natal kali ini, Penulis salut dan menarik seratus persen 100% dengan sebuah Thema yang telah di tentukan oleh Sepihak Gereja “ Cinta kasih kristus menggerakan Persaudaraan” terciptanya sebuah Thema ini. Paroki Kristus penebus Timeepa; Anak Allah mengundang untuk kita saling menyatu berinteraksi sanggup untuk menymbungkan tali loyalitas “Persautuan” supaya tidak terpisahkan dengan kepelbagaian stigmatis yang tertimbul dari di seseorang misalnya; Denki,Egoisme, Amara, Pesimis, Ancaman Sosial dan ancaman fisikologis. 
Jika kita melawan stigma sosial akan pula tejadinya cuaca atau kondisi yang fktualis di kaca mata orang lain. dengan hal atau thema ini penulis: terapkan sebuah Pesan bahwa; Cinta adalah mata rantai sumber hidup sehigga setiap orang yang ada dalam Paroki Kristus Penebus Timeepa eksis, komitmen dengan Thema yang terurai mengapa demikian, karena kedaulatan cinta kasih itu tidak akan berkesudahan selagi manusia itu masih dapat bersiarah di muka bumi Cenderawasih “ PAPUA”. 
Apa yang Menggerakan Persaudaraan ?
Aspek yang mengerakan persaudaraan kita adalah hasil karya cinta kasih Tuhan pada manusia dengan manusia, kelompok dengan kelompok, keluarga dengan keluarga, bahkan instansi lainnya pula demikian. dengan demikian aksiologi nilai persaudaraan itu tertimbul dan terlahir dari lubuk sikmatis saya dan, engkau, mereka, dan Alam kemudian universal “umum” maka dari itu eksistensi persaudaraan itu kultural sebagai identitas antara satu dengan yang lainnya, bukan dia siapa saudara saya ? .
Pikiran bagian dari panduan dan iman dan kepercayaan persaudaraan bagian dari pada kasih cinta dari Tuhan. sebab, Manusia sebagai makluk sosial meski tahu bahwa persaudaraan itu datang atau berasal dari Tuhan, ujaran. sebab nilai tertinggi merupakan unsur nilai kasih dan cintah bahkan saudara sebagai penerima kritus Imanuel pada natal ini dengan hal ini kita sudah bersaudara sampai kapannya pun pula waktunya. 
Natal Thema pada bulan desember 2021 ini” sangat teryrai dengan situasi sekarang sehigga Negara klonialisme Indonesia. pula dapat di mengerti secara unsur nilai kemanusian unsur animasi untuk melawan sebuah stigma, kekerasan, pembunuhan, perampokan, perampasan, teror, intimidasi, pemerkosaan dan ini menjadi definisi terpenting untuk kita unkil dan bertanya guna menjunjun tinggi sebagai persaudaraan fundamental, baik itu dalam bidang kehidupan sosial, politik, agama, pendidikan, masyarakat, Tokoh agama, tokoh budaya, dan, lainya pula demikian. pada kontek Thematik ini penulis meminta untuk dapat memperbanyakkan idealismenya sendiri pula, Tuhan Yesus Kristus Memberkati semua umat Manusia dalam “Cinta Kasih Kristus Menggerakan Persaudaraan”  (*) 

Salam Penulis “Weneity, Busur Kecil”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi