JEJAK dan PRASA
JEJEK DAN DUKA PRASA
Demikian prasa cinta mengundang alunan jiwa, jejak pun terundang bersama anak musik di tepian alunan holandia, entah mengapa ? jejek itu mulai timbul dalam akar akal benak ku.
jujur pengalaman adalah alur ilir yang tidak dapat akan ku katakan mundur, cinta yang betolak belakang hanya karena arus cantiknya tak ada makna definisi yang terus memuaskan. namun, hanyalah pradikma ancaman momen dengan ingatan.
sudihkha engaku menemani kembali sebagaimana dahulu kala kita saling menyatu dengan mengalas cucuran air mata kerlimbangan.
Setiap bait ana lagu seakan menyiksa dan, seakan kau datang untuk menawarkan cinta itu. karena pengalaman menjadi alur fakta di balik cinta antonim kita berdua,
Jika pengalaman sebagai ingatan cinta mengapa harus pundi cinta tinggal hanya dengan rintisan cinta tidak lain ku katakan hanya sebab akibat pengalaman dimana pandangan pertama terukir menjadi saksi dan bukti pertama tersimpan dalam memoryal cinta dan arsip senyuman cintamu.
Sebetulnya aku ingin memanggil namamu dimana dahulu aku memanggilnya ........................? serba di kendali oleh alunan sorotan olehnya.
“Setiap luka adapun sembuhnya”
“Setiap tetesan air mata adapun buktinya”
“Setiap rasa adapun Nikmatnya”
“Setiap alur bahasa adapun balasannya”
“Setiap pertnyaan adapun Jawaban”
Akan tertulis jejak dan akan pula engkau rasa dimana jejak itu memandangimu
Jejak bukan akhir dari cerita melaikan jejak menjadi bukti fisik bahwa cinta aku tidak terhormati di hadapanmu tetapi di mata sangat mahal tuk membaginya.
Aku para dan akupun tahu jejakmu bukan dariku tetapi jejak cerita akan mengemis aku untuk kembali berbicara sekalipun tidak dengan ragamu.
Tak ada butuhnya ragamu hanya diriku membuhkan seberpara banyak cinta kita ter urai pada sukma, aku pun berdosa jika diriku mengemis ragamu sebab pinang tak pernah di belah dua.
Jejak dan prasa merupakan induk sukma daripada cerita dimana kita menjalin sebuah cerita singkat itu. dengan menerima berbagai tantangan, rintnagan, goncangan, apakha munkin bagi mu itu cerita di atas kehidupan manusia tetapi aku merasa jejak dan parasa itu masih mengejarku sampai dimana kebedaranku belum lagi tidak dengan sengaja ku temu engkau karena kanyata cerita itu sebuah bukti tersirat di mata cerita cinta
Oleh: Prosais. Yohanes w Petege. Busurkecil ✍️
Gubuk Timeepa, 4 Desember 2022
Komentar
Posting Komentar