DIALOG DIRI DALAM ASPEK KEMANUSIAAN DAN RELIJIUS DI MUKS PAPUA.

Dialog Diri dalam Aspek Kemanusian dan Relijius di Muka Papua. 

            Oleh: Yohanes  W. Petege*)

Aspek kemanusian sebagai nilai dominan yang harus di kembangkan via setiap aliran pendidikan yang hadir pada tahun 19 an hingga sampai sekarang. karena pendidikan tidak secukup itu untuk hadir dalam kebribadian manusia baik itu orang Papua dan non Papua bahkan termasuk negara-negara saudara kita yang telah ada dan sedang berlansung bersirah di muka bumi ini. 
Seketika Manusia mengenal tulisan yang begitu di gelar oleh para penganut pendidikan di setiap Negara, Kota, Propovinsi, Kabupaten, Kampung Desa bahkan Kelurahan  dan Keluarga. Pendidikan menjadi salah satu nilai kemanusian dan sebagai fana dari pada kepekaan untuk melihat dunia dan genal menuju dunia yang terang menelang. dan, kemudian pendidikan merajala lelah dengan penganut pakar pendidikan oleh sekelompok orang dengan tujuan membagikan dan menelaah kemanusian dari berbagai stok keberadaan manusia. 
Membuka Sekolah Buta Huruf
Selain membagun rumah dan landasan Pesawat Terbang, Charles juga terdorong untuk membagun sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan untuk memberantas buta huruf . setiap bagi di sediakan 30 Menit bagi orang-orang yang membantu kerja untuk mengajar membaca dan menulis. 
Terlihat bahwa anak-anak setempat mudah belajar dengan semangat yang besar dikemudian hari, perkumpulan ini menjadi tempat untuk memberikan kabar baik dan beberapa dari mereka yang sudah lancar serta Menulis, kemudian masuk sekolah alkitab. 
Kehadian Charles tidak hanya membagun rumah dan landasan pesawat pada setempat yang dia mengabdi tetapi juga bagaimana ia membagun sumber dari pada sumber hidup untuk menerangi alam dan dunia raya yaitu Pendidikan Diatas Tanah Papua, dengan demikian Pendidikan tidak hanya bersumber peka terhadap manusia namun melainkan siapa dia yang berinisitif agar mendapat pendidikan sebagai buta huruf. 
Charles juga mudah untuk melihat anak-anak setempat dengan kesemangatan kerja dan belajar Membaca dan Menulis (LITERATOUR) sebagai pengembangan diri dari stigmen buta huruf. dan selanjutnya; Interaksi sebagai perkumpulan kabar yang baik dan membuka pintu dunia berdasarkan literator yang telah di panduan oleh Charles yang bisa penulis katakan bahwa Charles sebagai pembawah pelita terang di tempat yang beliau mengabdi kemudian selanjutnya; Charles pun tidak hanya mengembangkan anak-anak setempat dengan Pendidikan saja namun juga adapun pendidikan fisikologi yaitu kerja fisik oleh karena adanya kesemangatan kerja tenaga dari anak-anak sehigga Charles tergerak hari dalam ruang dada lalu ia membuka pakar bekal dunia perangan “Pendidikan”.  
Mempersiapakan Para Pemimpin Gereja
Tahun 1962, America Serikat mendorong Indonesia untuk mengusir blok komonis Soviet dan Jhon F Kennedy Menyerakan Papua barat ke Indonesia. Dengan demikian, Papua Barat menjadi “Persembahan” Perang dingin.
Pada Bulan Januari 1963, Staf perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masuk ke Indonesia. Perwakilan Pemerintah pun tiba di Ducth New Guinea (Papua) Pada 26 April 1963. Kemudian, 1 Mei 1963, Ducth New Guinea berubah menjadi Provinsi Irian Jaya yang berada di bahwa kekuasaan Pemerintah Indonesia. Perubahan Potilik ini menjadi tantangan bagi para Misionaris yang sedang melayani disana. sala satu tantangan adalah kemunkinan bahwa visa tinggal para misionaris akan di batasi.
Dalam keadaan yang demikian, Charles Craig merasa bahwa sekolah alkitab merupakan tempat yang strategis untuk mempersiapkan orang-orang pribumi untuk melanjutkan pelayanan yang di jalankan oleh para misionaris. perasaan ini di ungkapkan oleh Charles ketika 10 Orang utusan dari Tiom, Pit River, dan Makki, datang belajar penuh waktu di sekolah alkitab. 
Dalam keadaan yang tidak didukungan engan adanya fenomena-fenomena yang terjadinya di Pulau New Guinea. Charles Craig merasakan bahwa sekolah gembala adalah sekolah yang harus di vasilitasikan secara faktul di kalangan masyarakat lalu, Carles mengankat 10 rang dari Perkampung untuk datang dan pergi belajar sekolah Alkitab atau sekolah gembala dan pendeta yang di utus dari Tiom, Pit Rivel, dan Mkki datang belajar penuh waktu di sekolah alkitab. 
Pertanyaannya adalah Melihat Papua pada masa kini dan masa sebelum PAPUA bergabung di Bingkai NKRI ? 
   Bagaimana Fenomena Pembelajaran pada Sekolah tinggi pada kampus Pastoral ?
Siapa yang yang peduli dengan nilai kemanusiaan dan bagaimana Motodis yang di fungsikan untuk belajar ekaristik? 
 Tahun 1962, America Serikat Mendorong Indonesia untuk mengusir blok komonis kemudian Jhon F. Kennedy menyerahkan Papua ke bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pada tahun itu lalu terjadinya perang dingin di blok timur bagian Papua Barat. kemudian, pada 1 Mey 1963, Staf Perisikan Bangsa0Bangsa mendaki dan kemudian ia mengubahkan New Guinea menjadi Provinsi Iran Jaya yang bernaung di bahwa Payung Pemerintah Indonesia. Perfektif penulis sangat mengkelirukan bahwa perubahan New Guinea sangat mempegaruh kedudukan Misonaris yang sedang melayani setempat mengapa karena Misionaris sebagai pemangku agama untuk melayani masyarakat di terbatasi dengan adanya atau kehadiran penyerahan New Guinea ke bingkai Negara KesatuanRepublik Indonesia. ("Sumber2017; Yoman: hal 10-11")
 

  Penulis, Adalah, Mahasiswa, Pada “Uncen” Jyapura Papua.
Jayapura Gubuk Toutopa, 18 Juni 2022
Editor: Atmid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi