Idealisme atas perangkap perspektif diri

Idealisasisme atas perangkap Perspektif diri. 
          Oleh: Yohanes W. Petege *)

                     Katbij: hidup itu di bertanya                            maka di tanyakan,Y. busurkecil.

THALES (624-564 SM) Sang Bapa filsafat betanya-tanya terbuat dari apa alam semesta ini? 
Bahwa ahwa “air” adalah inti dari kehidupan maka Thales bapa filsuf ini berpandangan bahwa Alam itu berasal dari Air (“ Thales:624) 
dan, Thales adalah seorang filsuf yang pertama kalinya menjuluki untuk memperkenalkan taktik berfiliki kepada semua manusia dengan adanya taktik ia menemukan alam itu berasal dari “Air” namun, disamping itu pada dimasa SM yang hidup dengan Theles pun juga banyak filsuf yang menemukan hasil konsep idealis Thales sehigga para gumulan filsuf lainnya juga hadir untuk membuktikan darimana dunia itu berada. selanjutnya, Heracleitus vs Parmedis (500-an SM ) hadir dan mereka filsuf menemukan sebuah naralisme yang ilirnya adalah manusia tertipu dengan indrawan yang mereka miliki. 
Heraclitus mengakui bahwa yang benar-benar nyata adalah didunia adalah “Perubahan” Sementara;
Parmenides percaya bahwa yang benar-benar nyata di dunia ini adalah “Ketetapan”
Sehigga dari ketiga filsuf ini mereka saling mengakui dengan eksrim idenya sendiri.
Menurut Penulis atas tiga konsep filsuf bahwa; 
Sebelum dari pada masuk dengan kengulasan filsafat logika komonikasih penulis menangkap dari konsep thales bahwa thales adalah seorang filfasat geogerafi yang hadir telah hadir dalam dunia nyata atas penelaah tetang alam bahwa dunia tercipta dari air nah hal ini di sebab karena thales hidup di pinggaran pesisir pantai sehigga dia menelaah setempat tinggal dengan intrah waktu dan ruang melulu melihat memandangi dengan air di sekililinya. selanjutnya; 
Heraclitus menelaah tetang allam adalah yang nyata merupakan apa yang manusia melihat dengan kaca mata intrawi. selanjutnya, hal konsep ini pula bisa di sebab kan hanya karena bapa filsuf ini dapat menagati dengan bentuk dan gaya pada tumbuhan yang betumbuh di atas bumi ini karena dunia memang tidak bisa beruba tampa adanya subjek dan objek lainnya yang bisa dapat menggerakan bentuk dan jiwa baik itu pada tumbuhan dan manusia yang bersiarah di buka bumi ini. 
Dunia di ciptakan dari yang ada itu ada dalam artian bahwa dunia itu di ciptakaan oleh Allah sesui dengan apa yang ia gambarkan dengan logika lalu Allah menyerupakan dengan dalam bentuk fisik. selanjutnya, pertnyaan; Mengapa Alam seluas itu dapat di gambarkan dalam ide karena Nama Alam di petik dari Sang pecipta Alam yakni Allah lalu, siapa yang menjadi esensi dan siapa yang mengubahkan bentuk itu yang mengerakakan adalah Allah dan yang esensikan ialah Manusia kemudian, yang mengubahkan dunia alam ilaha Manusia pula sebab Manusia sebagai pelingdungatas semua ciptaan sementara itu pula manusia sebagai bahan pengerak daripada sebuah aktor untuk menjalankan semua tuntutan dari yang punya kedaulatan kemudian kedaulatan itu bukna dari dari Manusia dari mana not thing melainkan dari Allah ia sendiri.
Pertanyaan adalah mengapa Kedaulatan itu tidak di asaskan oleh Manusia lantaran Allah manusia dapat bekerja dan Allah sebagai stir bagi setiap umat manusia yang sedang dan akan bersiarah di palanet ini. 
Dunia itu di ciptakaan dari yang ada itu ada sementara manusia sebagai pecandu dengan ilmu dan pengetahuan dalam bidang (IPTEK). dan, terlebih akan menonjolnya adalah Filsafat mengapa demikian sebab filsafat bukan lagi semua ilmu dan pengetahuan yang burutal `tidak` melainkan bagaimana manusia itu supaya dapat mernalar dan berretorikanik, bersasranisme, dengan faktul dan apsurd. filsafat sebagai teoritisme yang peka dari setiap ranan teori yang kita imbani dalam definisi hidup kita baik itu dunia pormal dan nonpornal opsen. dengan dan karena itu dari para filsuf menelaah dengan berbagai tematik taktik idealisme namun, lantaran keahadiran itu tidak berujun dengan kepuasaan orang atau opsen yang membaca hasil penemu darinya` karena berasiolisme ialah rangkaian bibit buah “Q” untuk mengukur lengsa orang filsuf dengan orang yang berfilsafat.
Maka` adapun kesimpulan yang penulis mengambil yaitu;
Dunia diciptakaan dari yang ada itu ada kemudian, dari ada itu di jadikan aktor adalah opsen (Manusia) 

)*Penulis, adalah, Mahasiswa, Uncen, Jayapura, Papua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi