SEBATAS KOTA NABIRE

          SEBATAS KOTA NABIRE

Ketika rumah besar itu tibah 
Semua notasi kenagan mulai timbul dalam ingatanku 
Kebolehan ku dapat ku pikirkan mu tentang moment kita bedua 
"Tetapi" sulit ku ketika ingatan itu datang terlupa tuk ku menuliskan aroma-aroma kengan manis bersama holiday di halaman yang begitu sulit ku jelaskan

Di batas kota Jerman Nabire ini sepucuk pikiran dapat ku tuangkan melalui jaringan perasaan yang kau dan saya pernah tanamkan dengan menaru satu harapan bahwa cintaku adalah cintamu dan mataku akan ku tutup sampai kau ijinkan buka mata itu komitmen yang ku akan simpan dalam memory IQ dan Sukma ( hati ) ku. 

Kekasihku yang akan ku sebut pelindung tali hidup dalam sepangkal hidupku ini. 
Tak ada kebolehan monolog yang dapat ku jenuh Tampa menghadirkan kamu sebab sepata kata I Love you di malam Tampa bulan dan, bintang kau dengan ragu dan Gaga ucapkan kepadaku sementara tangan ku kau letakkan di dada yang belum di sendu dan Rabah bahkan hadir oleh siapapun dia. 

Yuli... Tak ada hujan bersar yang ku takuti kepada siapapun dia baik itu ayahmu ibuhnya namun, yang aku paling takuti ialah jika hatimu yang penuh akan komitmen bersamaku di malam itu akan pupus itulah lalu akan terasa matikha langkah hidupku bersamamu. 

Nokuwo.. ijinkan di batas kota keterpisahan ini ku sebut namamu (enagoku) apakah kau juga pernah dan sedang rasakan apa yang sedang dan akan ku rasa? 
Jangan keliruh jika kau baca dan muncul pertanyaan hanya semua karena sudah saya cinta melalui komitmen nya di malam itu. 

Hay... Dalam diam ku rindu 
Kekasihku... Dalam diam ku cinta 

Semua hanya karena alasan, bukan alasan takut kepada siapapun tetapi hanya karena alasan seberapa banyak memori cinta yang sedang bertunas dengan harapan kaulah yang pelindung bagiku (terimakasih kekasih enagoku) 


Oleh: Yohanes W. Petege. 
          Salam penulis "Busurkecil" 
          
         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi