PROVINSI SEBAGAI TUMPUAN GENOSIDA
Provinsi sebagai Tumpuan genosida
( Perediksi) ...,
Apa yang dimaksud dengan Provinsi?
Pro adalah lebih proaktif yang artinya sebuah individu atau kelompok yang setuju pada suatu pendapat atau hasil diskusi. Sementara Noob artinya seseorang yang baru memulai sesuatu kegiatan dan akan bisa di katakan belum ada pengalaman ( baru) . Sementara; vinsi"
Kata vinsi adalah saya yang menang jika kita kategorikan dalam ruang pengetahuan politik maka definisi ini memakai bahwa saya yang berkedaulatan atas semua sumber yang ada di sebuah wilayah.
Provinsi adalah satu kesatuan teritorial yang sering di jadikan nama sebuah wilaya administratif pemerintahan di bahwa wilayah Negara. Kata ini merupakan serapan dari bahasa Belanda " Provincie" yang berasal dari bahasa latin dan pertama kalinya di gunakan kekaisaran Romawi.
Kehadiran provinsi Saya sebagai anak bangsa sangat senang, saya juga salut kepada kaki tangan pemerintah dan pemerintah Negara yakni Indonesia dengan agenda pengesahan atas kerancangan provinsi Papua tengah telah terbuka cerlah, gemilan, di tengah-tengah saya, pelindung dan rakyatku yang di peka di samping mata penguasa kemudian di lapisi aku yang hilang induknya.. sioo mama.
Takutnya saya kepada jubah putih agenda nasional yang berdiri atas manusia hilang induknya ini. Dapat melahirkan pelecehan nama baikku dan hilang kesempatan untuk aku bernafas atas Tanah hitam ini, dikalah. Provinsi Papua tengah ini dapat melahirkan loyalitas, relativisme, pengakuan, dengan memory pasionis di Papua.
Provinsi semoga kau tidak membawa genosida dan Ekosida dalam tata hidup ku sebab, kehadiran dan kedatangan anda berasa dengan kaki duri berjiwa suci ber-rasional dualis. Pertanyaannya!
Apakah pemangku kedaulatan akan mencari senyum rakyat? Semoga..!
Benarkah provinsi sebagai Tumpuan harapan rakyat? Semoga ..!
Melihat dengan peka Indrawi atas keperikdisi penulis' provinsi yang sekian lamah di memekarkan belum mekar dengan baik. Baik itu mekar kepada rakyat ulat, para toko agama, pendidikan, adat, bahkan pemerintah sendiri.
Konflik horizontal melulu keruk pagi,Sian, dan malam, hanya. karena haus mata rupiah sehigga aku terjual murah lantaran jembatan provinsi. Yang seharusnya aku yang lapar pendidikan dikenyankan, aku yang haus di puaskan, aku yang kurang menarik nafas di selamatkan, aku yang terikat oleh rantai di lepaskan, aku yang terluka di obati tetapi, semua kontek isu ini dapat menjadikan tempat injak oleh para kedaulatan Negara.
Dia datang dengan senyum mekar tetapi akan kha dia akan senyum kan kita seketika merangjak dua, tiga bulan kedepan yang sedang di bayangkan dalam setiap pikiran manusia asli Papua. Jika bukan apalah gunanya kita hadirkan secantik itu.
Habitat dan manusia sebagai esensi pelindung akan pupus bukan karena mekar namun pemekaran akan asah untuk membujuk sisi kecil yang ia inisiatif dalam hal menempuh kan ambisius nya.
Ya' kenyataan. Bukan pula hal baru, bukan pun pula kecup asam pahit baru.
Genosida sudah ambangan mata bukan keselamatan yang ambangan mata tetapi, satu tetesan air mata bersih akan mau mengalir bagaikan rintisan buyian anak sungai yang setiap manusia selalu mengalaminya.
Sayang aktor itu bukan datang seketika anda apreasikan bukan pula datang seketika anda dan saya menduduki peringkat dan di tingkatan yang dapat melihat dari atas ke bahwa tidak pula. Namun, di waktu saya dan anda duduk mengemis demi mengemis di pinggirkan di asing lalu akan terlahir setunas mudah berasa pahitnya pil itu.
Dimi gaii... Aki meekakoo..,
Kesimpulan;
Setiap bungah yang mekar indah pula akan selalu ada madu.
Kehadiran provinsi Papua tengah bukan buruk bagus tetapi sayangnya kita akan di asingkan bagaikan sedang hilang indunya. Di atas Tanah air sendiri..
Penulis, adalah, mahasiswa, pada "UNCEN" Jayapura Papua.
Yohanes W. Petege
Salam penulis Busurkecil.
Komentar
Posting Komentar