Strategi Mengembangkan Perekonomiaan Rakyat Kabupaten Dogiyai
Strategi Mengembangkan Perekonomiaan Rakyat Kabupaten Dogiyai
Oleh: Yohanes W Petege
Pendahuluan.
Noken Anggrek adalah sarana jati diri bagi orang Mapia lebih khusunya Suku Mee, yang dikayakan oleh sebuah sumber jati diri atau lebih dikenal dengan Noken Budaya yang di ukir dengan beragam bentuk unik pada tubuh Noken anggrek. Noken anggrek yang kini di sebut-sebut dengan bahasa latin Suku Mee (Tohaa Agihaa) sebagai sebuah tali sumber untuk mendatangkan ekonomi sebagai indikator kebutuhan hidup bagi masyarakat Dogiyai dalam hal ini, terlebih khusunya ialah Distrik Mapia Barat Abouyagaa.
Noken anggrek kini mendunia sebab dengan begitu keunikan bahkan dengan keindahan seni itu rakyat Mapia distrik Mapia Barat memfungsikan sebagai pengertian dari sumber pendapatan ekonomi dalam sebuah komonitas keluarga luas maupun keluarga inti. Masyarakat dogiyai banyak gagasan yang melulu mengumpulkan untuk cara mendapatkan ekonomi sebagai sarana kebutuhan hidup dan kelangsungan kehidupan, tetapi di sampai itu rakyat dogiyai lebih intinya masyarakat Mapia Barat menpokuskan kepada jadiri diri orang gunung yaitu Noken Anggrek` memang tidak hanya noken anggrek saja yang peka pendapatan ekonomi melainkan di sampin itu pun ada sebagai pengembangan ekonomi sepertinya Ubi Jalar, Koffe, Sayur Mayur, Tebuh-tebuan, Kacangan namun, perfektif orang Mapia Barat lebih domain merupakan hanya satu kesatuan yaitu Noken Anggrek.
Mengapa Rakyat Dogiyai lebih khusunya orang Mapia Barat Kampung Abouyagga berlatar belakangi oleh Noken anggrek sebab, sementara sumber pengembangan ekonomi banyak yang bertumpuh depan mata atau dalam kehidupan mereka; hal itu. hanya karena lebih berbudaya lebih khas penuntutan pendapatan menyeluru dengan kehadiran noken anggrek sehingga, noken tersebut kini menjadi populer bahkan terjual dengan harga yang di tentukan oleh sepihak pembuatan noken anggrek itu sendiri. maka tidak mengherankan apabila potensi sebagai orang Mapia Barat inklusifkan pengembangan ekonomi dengan Noken Anggrek.
A. Bagaimana Cara untuk mengembangkan ekonomi bagi masyarakat DOGIYAI (Mapia) ?
Sebuah cara yang biasa masyarakat Abouyagaa Distrik Mapia Barat telah tanamkan sebagai potensi pengembangan Ekonomi adalah dengan penanaman Anggrek yang berwarna kunin dan Coklat atau hitam manis untuk membuat Noken Anggrek yang biasa di sebut dengan Latin Suku Mee ialah (Tohaa Agihaa). dan, megapa orang Mapia Barat pada kampung Abouyagaa melulu melestarikan Noken Anggrek sebagai sumber utama untuk mengembagankan Enokonomi, sesunggunya Noken Anggrek yang akan di sebut latin (Tohaa Agihaa) Merupakan nilai tertinggi sebagai fundamental dari pada pendapatan pengembagan Ekonomi sebagai kebutuhan hidup` kemudian disampai itu pula Masyarakat kampung Abouyagaa memfungsikan Noken Anggrek sebagai penge3mbangan Ekonomi sebagai kepetingan anak sekolah.
Setelah Anggrek di ambil untuk membuat kerajinan tangan (Noken Anggrek) sebagai pengembagan ekonomi dalam kepentigan bersama maupun individual itu. radikal sebagai akarnya tidak membuang, tetapi kembali di reboisaikan sebagai esensi kedepan pada tahan berikutnya. maka Noken Anggrek menjadi taktik permata sumber ekonomis sebagai kebutuhan hidup dengan adanya sarana Noken Anggrek itu sendiri.
Menurut Naek Tigor, bagi masyarakat biasa, harga noken aggrek ini terbilang cukup mahal, namun bagi kaum sosialita yang mengakui cara pembuatan dan bahan-bahannya, hal tersebut menjadi daya tarik sendiri. dengan hal ini, daya mengembagan untuk Noken Anggrek (Tohaa Agihaa) sebagai kebutuhan hidup adalah membuat Video singkat, mengenai pembuatan Noken Anggrek, dan cara mencari bahan dasar kemudian dan lainnya.
Pentingnya untuk membuka (Open) Pameran di Kabupaten Dogiyai agar dengan adanya pameran itu dapat berpartisipasi suapaya orang luar datang mengunjung bahkan membeli Noken Anggrek tersebut karena rasanya tidak begitu ambisi dari pihak penjual dan pembeli dengan adanya kehadiran dalam pameran khususnya orang asli Dogiyai maka, Pemeritah juga dapat mengembankan agar terwujud impian bagi rakyat setempat, terlebih khusunya kampung Abouyagaa sebagai induk kerajinan Noken Anggrek.
Salah satu tokoh intelektual Meepagoo, Andy Gobay menyatakan pemeritah daerah harus mendorong budidaya angggrek hitam manis dan anggrek kunin yang menjadi bahan baku noken anggrek, “Noken anggrek yang berbahan kulit kayu anggrek berwarna kunin dan hitam manis, liit dan anyaman menejadi sebuah noken yang indah cantik.
Noken Amggrek dapat menghidupkan perekonomian warga distrik Mapia Barat dan piyaiye, bahkan Kamuu karena barang itu banyak yang diminati di pasar. “ oleh sebab, itu para kerajinan noken anggrek dapat menanam anggrek banyak-banyak sebagai mengantisipasi dari Noken Anggrek itu secara luas-luas di MAPIA, PIYAIYE.”
Adapun kesimpulan dan saran yang penulis mengabil dari hasil ulasan di atas bahwa;
Noken Anggrek yang di sebuat dengan bahasa latin Mee (Tohaa Agihaa) sebagai pintu utama bagi Masyarakat Dogiyai lebih khusunya adalah Masyarakat Kampung Abouyagaa Distrik Mapia Barat untuk mengembangkan kualitas ekonomi dalam kehidupan dengan adanya kerajinan noken tersebut masyarakat Abouyagaa distrik MAPIA UTARA boleh menjadi unsur teladan yang positif terhadap Masyarakat yang sedang bersiarah di kabupaten lainnya bahkan, menjadi nilai kerajinan yang berunik di Kabupaten Dogiyai Kampung Abouyagaa Distrik Mapia Barat.
Saran
Mohon untuk lebih mendukung bagi masyarakat Dogiyai dalam hal mengembangkan noken anggrek sebagai kerajinan tangan yang kini menjadi unsur penting untuk keoentingkan anak-anaknya bahkan salah satunya adalah supaya jati diri tetap berjaya ditengah-tengah masyarakat Dogiyai Kampung Abouyagaa Distrik Mapia Barat.
Editor: Atmin
)* Penulis Adalah Mahasiswa UNCEN Jayapura Papua.
Komentar
Posting Komentar