Asrama, rumah keduaku

Asrama, Rumah Keduaku”

 

Kuikhlaskan pisah dengan Ayah Ibu

Demi untuk menuntut ilmu

Bukan hanya ilmu duniawi yang kucari

Tetapi ilmu agama juga akan kucari

Ilmu yang akan bermanfaat,

bagi dunia dan akhirat kelak

Kujalani setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap saat

Dengan teman-teman seperjuanganku di asrama 

Tertawa, dan sedih, senang ku hantui  bersama semua teman-teman ku
Ku relakan merantau dari ujung kampung Timeepa 

Demi menimpa nutri arti ilmu dan pengetahuan itu 
Yang kelak akan kubuktikan dengan sejuta ban rindu kepada semua orang
Aku merantau bukan mencari arti dunia tetapi juga, melainkan mencari kerinduan kehidupan abadi dan sesaat.
Kesuksesan adalah doa dari ayah kepada dia yang senandung di asrama 

Belajar sungguh merai kebahagiaan tujuan dan manfaat mencapaikan kerinduan ayah dan ibuku.

 

 

Ketar

 

Lepas sudah yang lama dalam dekapan

Tinggal bayangan yang tak bisa dilupakan

Tak jua pantas ‘tuk jadi kenangan

Hanya ketar yang pantas jadi sandaran

 

Tak perlu sibuk dengan ketenangan

Tak perlu sendiri dengan keramaian

Lenturlah seperti liukan api yang berkobar

 

Lepaskan asrama yang lama dalam dekapan

Semoga tak ada sesal jika kau kutinggalkan

Karena ini adalah akhir dari keputusan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maunii (Kapak Batu suku Mee)

Teori Feminisme Rocky Gerung

Tragedi Biak Berdarah Jejak Luka Tak Usai Sembuh dari Bingkai Ibu Pertiwi